Recent Comments

Kamis, 07 Desember 2017

👉penyesalan👈


Awan yang kelam
Menutupi matahari yang indah
Kekaburan yang nyata
Menembus sampai ke angkasa
Terkecoh oleh bulan purnama

Petir menari di atas awan
Tak terkendalikan batas
Hingga terjatuh tak tergapai
Menuju ke dasar jurang
Terasa paling dalam

Memuai asap yang tebal
Menutupi kejinggaan surya
Tetesan embun membawa duka
Hingga rasa hati menghitam
tertenggelamkan sampai dasar

Tak terbangunkan
Oleh genggaman tangan
Terlewat walau hanya sejenak
Fatal membawa kegagalan abadi. dewi 

👉Keyakinan👈


Di ujung titik cahaya putih...
Kejauhan yang hitam...
Langkah jauh mulai dekat...
Jauh bertambah menjauh...

Sinar gelap menutupi kejinggaan...
Awan awanpun mengikutinya...
Hingga cahayapun sirna...
Membawa duka dan amarah...
Mengisyaratkan titisan eluh putih..
Yang mendera di malam hari...

Namun, dikit demi sedikit...
Cahaya itu mulai tampak...
Walaupun masih jauh Dan kecil sekali..
Di antara bintang bintang...
Tapi akupun melihat...

Biar semua menertawakanku....
Namun aku yakin,..
Aku pasti bisa...
Menjadi titik putih... menerpa yang hitam....
Semua ada dan bisa bila usaha...

Karya: dewi 

3600 detik


Senja memandang...
Melambai ayun kedepan...
Menoleh membentang...
Ayunan yang tak terbayang...

Seperti perih membentang..
Rasa sakit terpanahkan..
Genggam tangan telah terlupakan...
Sempurna cinta tak tersyaratkan...

3600 detik ku bisa mencintaimu..
Namun butuh beribu detik tuk melupakanmu..
Sakit gak terlupuskan....
Hingga amarah berkobar tinggi..
Jauh melambai tak tertandingi..

GURU




Guru……
Damaimu menyentuh diriku
Semangatmu adalah prestasiku
Kejujuranmu litikan hatiku
Guru..
Ketika aku mengenal angka
Kau ajariku matematika
Ketika aku mengenal logika
Kau ajariku cara bertutur kata
Guru..
Berilah aku keyakinanmu
Bahwa kau adalah syurgaku
Intisari di dalam ilmuku

Panutan dan hukum alamku

dewi

👉manusia biasa👈



Engkau tetaplah manusia
Rasa sakit tetaplah terasa sakit
Pedih tetaplah tetasa pedih
Tangispun tetap mengalirkan air mata

Ya muhammadku
Engkau datang memberi cahaya petunjuk
Cahaya pada orang orang jahiliyah
Di kala kebodohan umat menambah

Engkau bagaikan lilin
Yang menerangi gelapnya kehidupan
Yang rela sakit demi orang lain
Yang rela membakar dirinya demi menerangi sekitarnya

Ya muhammad
Perbuatanmu suri tauladan kami
Perkataanmu adalah mengandung hikmah
Sifatmu sebagai motivasi untuk kami

Ya muhammad
Engkau manusia biasah
Tapi engkau petunjuk kegelapan kami
Sebagai pena dalam kehidupan kami
Sebagai pelurus jalan kami

Muhammadku aku merindukanmu. dewi

Selasa, 26 September 2017

Ketua Tahfidziyah harus merawat generasi muda NU






Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Irfan Sholeh mengingatkan agar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang memperhatikan generasi muda NU, terutama yang sudah sarjana dan yang memiliki keahlian tertentu.
Hal ini disampaikan Kiai Irfan menjelang Konfercab agar menjadi bahan masukan saat usai konferensi cabang (Konfercab) dan struktur kepengurusan PCNU periode selanjutnya sudah terbentuk.
Menurutnya, dinamika sebuah organisasi bergantung pada pola kepemimpinan dan soliditas sejumlah  komponen di dalamnya. Dalam hal ini Tanfidziyah memiliki peran penting dalam menggerakkan serta merawat organisasi dengan merangkul berbagai kalangan di NU, terutama generasi muda.
“Setelah Konfercab, saya mengharapkan NU struktural dan non struktural untuk merawat generasi muda NU agar tetap berjuang untuk NU” ujarnya, Senin (10/4/2017).
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini juga menyoroti banyak generasi muda NU, nasab NU dan keilmuan tentang NU yang masih belum punya wadah sehingga memilih keluar dari NU. Pada akhirnya diterima oleh organisasi lain yang terkadang ingin merusak ajaran NU. “Ini kan sangat disayangkan,” tambahnya
“Sangat disayangkan bila ada anak muda NU berjuang tidak untuk NU bahkan sebaliknya, malah merusak NU,” imbuh Kiai Irfan sapaan akrab dia.
Ia mengungkapkan ketika ada orang pintar, muda dan mau masuk NU itu sebuah hidayah. Selain itu, ini juga anugerah dari Allah buat NU yang harus dijaga dan diberikan arahan untuk merawat NU. Semoga Tahfidziyah terpilih pada Konfercab di Tebuireng nanti bisa memperhatikan hal urgen ini.
“Bila ada orang pinter, muda dan mau masuk NU itu sebuah anugerah. Mereka punya tenaga yang tidak di miliki generasi tua dan mereka juga punya waktu banyak, dimana generasi tua sudah terbatas waktunya,” bebernya.
Kiai Irfan juga mengingatkan generasi muda untuk tetap berjuang di NU dan istiqomah di NU. Tidak mencari wadah lain, apalagi merusak NU.
“Jika ada yang kurang pas NU jangan langsung kabur saja, kita musyawarahkan dan selesaikan secara keluarga. Saya sudah sampaikan pada pelantikan ISNU di Gedung Serbaguna Hasbullah Said lalu, bagi generasi muda yang keluar dari NU maka mereka kafir organisasi. Saya hanya meneruskan wasiat dari KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Chasbullah,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Konfercab NU Jombang akan berlangsung pada 22-23 April 2017 mendatang di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Syarif/Syamsul Arifin)

Kader HMI Jombang Tanyakan Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Yang Mandeg




JOMBANG - Terkait kasus pemerkosaan gadis 12 tahun asal Wonosalam, sejumlah perwakilan mahasiswa melakukan audiensi kepada Kapolres Jombang, Senin (18/09/2017).

Rombongan mahasiswa-mahasiswi yang  berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang  tersebut diterima langsung oleh Kapolres Jombang beserta jajaran petinggi  Polres Jombang.

Adalah Jzian Bayzuroh (21), salah satu perwakilan mahasiswa mengaku sengaja menanyakan kembali kasus tersebut karena sudah mendampingi sejak 2016 lalu. Jzian juga menyebutkan sudah beberapa kali melakukan demo dan audiensi ke Polres Jombang dengan kasus yang sama.

Tidak hanya itu, pihaknya juga ikut mencari lembaga pendidikan untuk korban. Audiensi kali ini merupakan usaha kesekian kali nya mencari keadilan atas kasus ini.

"Awalnya kita akan melakukan  demonstrasi di depan polres mas, tetapi karena berbagai pertimbangan dan tekanan maka kita pilih audiensi saja," jelasnya kepada PostKompas.com

Selain itu, tujuan rombongan ini menemui pejabat  Polres Jombang yaitu ingin mengetahui seberapa jauh perkembangan kasus ini dan mengapa cendrung stagnan. Dikarenakan sudah berlangsung satu tahun lebih sejak pelaporan resmi dari pihak keluarga, tepatnya 16 Maret 2016 lalu.

Pihaknya, menurut Jzian berharap ada kejelasan bagi empat tersangka lain yang masih buron. Dari total lima pelaku, polisi baru berhasil menahan satu orang tersangka. Belum tertangkapnya empat tersangka tersebut membuat kontradiktif dengan Jombang sebagai kabupaten layak anak.

"Tadi kita juga tanya perkembangan empat tersangka lain, sebab dulu polisi mengaku sudah menyebarkan foto tersangka. Kasus ini termasuk lama prosesnya" beber Jzian.

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto menjelaskan jika kasus tersebut sudah ada sebelum ia tugas ke Jombang. Menurut Agung, pihaknya merasa berhutang kepada keluarga korban dan masyarakat Jombang.

Oleh karenanya, Agung berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dengan memanggil tim terbaik yang ada di Polres Jombang. Ia berharap sebelum pindah tugas ke daerah lain kasus ini sudah selesai.

"Kasus ini terjadi sebelum saya, kami tidak pernah berhenti, pelaku kabur diluar daerah. Kita juga tidak ada main belakang sehingga tidak menangkap pelaku," ungkap Agung.

Agung juga meyakin para mahasiswa jika pihaknya tidak bermaksud membela diri. Tetapi kasus ini punya keunikan khusus sehingga susah dibongkar. Oleh sebab itu, Agung meminta kerjasama dari semua pihak agar bisa menuntaskan kasus ini secepatnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya tetapi belum ada titik temu untuk empat tersangka lainnya. Agung juga berjanji akan memberikan atensi khusus terhadap kasus ini.


"Saya akan pimpin langsung tim untuk mencari tersangka ini, jadi kalau ada masyarakat yang mengetahui jejak pelaku segera hubungi kami," tandasnya.