Recent Comments

Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2019

Jejak Sejarah Pengarang Solawat Badar di Tuban


Tuban-Saya bersyukur bertemu dengan Kiai Syakir Ali. Keturunan Kiai Ali Manshur pengarang solawat badar. Beliau cerita banyak pada saya dan Gemilang Putra Perdana terkait abahnya, masa kuliahnya, menulis, hingga masalah puterinya yang saat ini mondok di Asrama Al-amanah Bahrul Ulum Jombang. Namun cerita yang ingin saya kupas mendalam hanya masalah solawat badar saja. Saya tuliskan dalam bentuk berita biar tak terkesan curhat saja. Hehe
Hampir semua warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia mengenal solawat badar. Syair ini diawali dengan kata Sholatullah salamullah alaa thoha rosulillah. Sholatullah salamullah alaa yasin habibillah. Solawat ini terdiri dari 24 bait, setiap baitnya terdiri dari dua baris.
Solawat badar sendiri dikarang oleh KH M Ali Manshur sekitar tahun 1960-an. Kiai Ali Manshur memiliki garis keturunan berdarah ulama besar. Dari ayah, tersambung hingga Kiai Shiddiq Jember sedangkan dari jalur ibu, tersambung dengan Kiai Basyar, seorang ulama di Tuban.
“Abah dilahirkan di Jember pada 23 Maret 1921. Nasabnya masih menyambung ke Kiai Shidiq Jember. Kalau dari jalur ibu asli orang Tuban,” kata putera kedua Kiai Ali yang bernama Kiai Syakir Ali.
Solawat badar dewasa ini sudah menjadi syair wajib bagi kaum nahdliyin. Hampir setiap kegiatan solawat ini dilantunkan. Bahkan sudah merambah ke genre musik pop yang dipopulerkan oleh beberapa grup band dan penyanyi religi. Tak hanya di Indonesia, sholawat badar juga dikenal di berbagai belahan dunia Islam.
Kiai Ali terkenal gila ilmu, ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri hingga Pesantren Tebuireng Jombang.
Kiai Syakir mengatakan, waktu kecil Kiai Ali belajar di Tuban. Setelah itu Kiai Ali ingin belajar ke Termas namun ia hanya punya modal sepeda onthel dan nasi jagung. Akhirnya dari Tuban ke Tremas naik onthel dan bekal nasi jagung. Selama di pesantren Kiai Ali menerima jasa ojek ke pasar dan hasilnya untuk membeli kitab.
“Kiai Ali suka ilmu Arrud, dan belajar ilmu ini di Lirboyo. Ia sering diajak diskusi pengasuh masalah arrud. Menurut Gus Dur, Kiai Ali juga pernah belajar di Tebuireng,” ujarnya.
Seusai nyantri Kiai Ali kembali ke Tuban. Di sana ia aktif di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Dan aktif juga sebagai seorang pegawai di bawah Kementerian Agama. Tepatnya, menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan hingga promosi menjadi Kepala Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat kabupaten.

Pada tahun 1955, Kiai Ali terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU Cabang Bali. Dan pada 1962 pindah ke Banyuwangi lalu dipercaya menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi. Selama di Banyuwangi inilah, Kiai Ali melahirkan karya fenomenal solawat badar. Sebelum menulis solawat badar, Kiai Ali bermimpi didatangi orang berjubah putih yang diduga para ahli perang badar.
Dalam keputusan Muktamar ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta solawat badar dikukuhkan menjadi mars Nahdlatul Ulama (NU). Kembali ditegaskan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat ketua PBNU pada Muktamar ke-30 di Lirboyo Kediri. Pada Harlah ke-91 NU, Kiai Ali juga dianugerahi tanda jasa Bintang Kebudayaan atas karyanya.
“Awalnya banyak yang tidak tahu siapa penulis solawat badar sebelum Gus Dur menyebut kan Kiai Ali sebagai pengarangnya. Saat itu Gus Dur takut solawat badar diakui orang luar. Gus Dur minta saya bawakan data penguat bila Kiai Ali memang penulis solawat badar ke Jakarta,” papar Kiai Syakir.
Pasca dibahas oleh Gus Dur, nama Kiai Ali terus jadi bahan pembicaraan dikalangan para ahli sejarah dan budayawan. Terutama dari kalangan Nahdliyin. Sehingga akhirnya banyak para peziarah dari jauh yang datang ke Desa Maibit untuk tawasul dan membuktikan kebenaran ucapan Gus Dur.
Di makam Kiai Ali juga dituliskan solawat badar yang terletak dibagian baratnya. Setiap hari ada saja yang berziarah ke saya. Terutama para santri yang belajar di pesantren milik putera-puterinya di sekitar pesantren.
“Saya hanya menjelaskan sesuai yang dituliskan abah saja. Saya foto copy kan catatan abah dan tak kasih kepada yang minta,” ungkap Kiai Syakir.
Sosok Kiai Ali Manshur memang unik, makamnya berada di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Dulu tak banyak yang tahu kalau Kiai Ali di makamkan di Desa Maibit. Bahkan beberapa warga desa setempat tak mengenal sepak terjang Kiai Ali. Makam Kiai Ali baru beberapa tahun terakhir direnovasi dan sering dikunjungi orang umum.
Menurut Kiai Syakir, hal ini bukan disengaja melainkan memang tak banyak orang mencari tahu. Baru lah setelah Gus Dur bicara tentang solawat badar banyak orang yang mencari dan menelisik sejarah Kiai Ali. Ia bersyukur Kiai Ali suka menulis dan punya catatan pribadi setiap melakukan sesuatu. Sehingga tak bingung menjelaskan kepada penanya.
“Abah itu punya buku harian dan suka menulis kegiatannya di buku harian, kertas kosong dan pinggir kitab. Sampai sekarang saya masih punya catatan pribadi Kiai Ali dalam tulisan pego dan Latin,” akunya
Diantara catatan dalam tulisan pego yang ditemukan berbunyi, Naliko kulo gawe lagune sholawat badar, yoiku sak ba’dane teko songko Makkah al-Mukarramah, kang tak anyari waktu lailatul qiro’ah kelawan ngundang almarhum Haji Ahmad Qusyairi sak muride. Yoiku ono malem jum’at tahun 1960, tonggoku podo ngimpi weruh ono bongso sayyid utowo habib podho melebu ono omahku. Wa karimati, Khotimah, ugo ngimpi ketho’ kanjeng Nabi Muhammad iku rangkul-rangkulan karo al-faqir. Kiro-kiro dino jum’at ba’da shubuh, tonggo-tonggo podho ndodok lawang pawon, podho takon: ‘Wonten tamu sinten mawon kolo ndalu?’. Lajeng kulo tanglet Habib Hadi al-Haddar, dan dijawab: ‘Haa ulaai arwaahu ahlil badri rodhi-yalloohu ‘anhum’. Alhamdulillahi Robbil ‘aalamiin”.
“Solawat badar meledak dan dipopulerkan ke berbagai wilayah untuk menandingi lagu himne PKI “Genjer-genjer”. Bila melihat isi solawatnya maka tak bisa lepas dari kondisi zaman saat itu. Banyak rakyat yang susah mencari makan karena perang sesama anak bangsa,” bebernya.
Selain itu, sebelum wafat Kiai Ali juga mengarang sebuah kitab akhlak dan mengumpulkan syair-syair indah. Jariyah lain yang ditinggal kan Kiai Ali yaitu madrasah di samping rumahnya. Hingga kini, madrasah tersebut sudah berkembang hingga tingkat aliyah.
“Membangun madrasah ini juga unik, saat itu Kiai Ali minta pemborong menyelesaikan bangunan madrasah dengan bayaran Rp. 50 ribu,” tambah Kiai Syakir
Ciri khas Kiai Ali menurut penuturan Kiai Syakir yaitu tegas, semangat mencari ilmu dan ‘mengabdi pada NU. Kiai Ali sering menolak bantuan dari pemerintah dan bahkan gajinya jarang diambil. Salah satu ketegasan Kiai Ali yaitu setiap hari jumat pukul 10.00 WIB maka kantor tempat bekerjanya harus ditutup dan siap-siap ke masjid.
“Abah ini punya kemampuan komunikasi yang bagus. Sehingga saat jadi wakil NU ia disukai dari pihak pro dan kontra. Hidupnya sederhana dan tidak banyak gaya. Hidup di rumah sederhana bekas temannya pun mau. Itu lah abah,” tandas Kiai Syakir
Maibit,
Alfaqir Syarif Abdurrahman

Rabu, 04 Januari 2017

NU Alus


Saat ngaji dalam walimatul arusy pernikahan mantan Sekretaris PC IPPNU Jombang, Sahabati Aulia Rahmah, di Watugaluh Diwek, Sabtu (3/12/2016), KH Cholil Dahlan berpesan agar kedua mempelai mengikuti ajaran Islam. ’’Sesuai tuntunan Allah dan Rosulullah, nikah itu harus karena Allah. Tidak boleh karena selain Allah,’’ tutur Ketua MUI Jombang sekaligus pengasuh PP Darul Ulum Rejoso ini.
Sesuai tuntunan itu pula, tujuan nikah adalah memperbanyak keturunan. ’’Tugasnya setelah ini, nggawe anak sing akeh,’’ sarannya disambut tawa hadirin.
Nggawene ini juga harus ikut tuntunan Nabi. ’’Siti Aisyah meriwayatkan, Nabi itu sebelum kumpul, salat dulu dua rakaat. Lalu baca Quran,’’ paparnya. Setelah itu naik dari kanan kemudian turun dari kiri. ’’Tolong ranjangnya pengantin disiapkan. Jangan dipepetkan dinding. Tapi taruh tengah. Biar bisa naik dari kanan, turun dari kiri. Kalau dipepetno engka ora iso ngiwo nengen,’’ ucapnya kembali disambut tawa hadirin.
’’Umu Salamah menambahkan, setelah kumpul, Nabi berdoa agar diberi keberkahan. Sehingga jika jadi anak, menjadi anak yang berkah,’’ tuturnya. ’’Kalau ingin greng terus, wiridane baca Nariyah,’’ tambahnya.
Kiai Cholil juga menggarisbawahi sambutan yang disampaikan Wabup Hj Mundjidah Wahab. Saat sambutan sebelumnya, Bu Mundjidah berpesan agar tetap aktif di NU. ’’Sebelum nikah aktif di IPPNU terus Fatayat, mari nikah harus tetap bisa membagi waktu. Terus aktif sampai Muslimat,’’ pesannya.
Kiai Cholil menuturkan, jika perjalanan rumah tangga seluruhnya mengikuti tuntunan Allah dan Rosulullah. Maka rumah tangga dan anak keturunan kita bisa benar-benar NU. ’’Rumah tangga itu satuan terkecil. Jika keluarga kita mengikuti tuntunan Allah dan Rosulullah, nanti jadinya keluarga NU. Jika semua keluarga sudah NU, maka masyarakatnya juga NU,’’ tuturnya.
NU niku nopo sih? ’’NU niku dapat rahmat Allah. Karena rahmat itulah akhirnya bisa lemah lembut,’’ ucapnya lalu mengutip QS Ali Imron 159.
’’Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.’’ (QS Ali Imron 159).oji

YATIM SISTEMIK?


Mbah Bolong sering cerita bahwa sabar itu ada dua.
Iqtirori. Yakni sabar atas perkara yang tak bisa ditolak. Contohnya saat kena musibah.
Ihtiyari. Yakni sabar terhadap perkara yang bisa milih. Misale terhadap istri/suami, melakukan ibadah, menjauhi maksiat. Lek gelem sabar yo betah. Gak gelem sabar yo bubrah.
Saat khutbah di Masjid Jami Al Fattah, Nglundo Utara Candimulyo, Jombang pada Jumat legi syawal 1437 H (2016), KH Syihabudin Raso menjelaskan makna yatim di QS Albalad 15.
"Yatim itu ada dua," tuturnya.
Pertama, karena ayahnya mati.
Kedua, ayahnya masih hidup, tapi tidak menjalankan peran ayah sebagaimana mestinya.
Buku saku "Ayah Ada Ayah Tiada" yang cuma 41 halaman itu mengajak kita instrospeksi.
Jangan2 anak kita punya ayah, tapi merasa tak punya ayah..
Jangan2 kita jadi guru tapi anak2 merasa tak punya guru..
Jangan2 kita jadi takmir/imam tapi anak2 merasa tak punya takmir/imam.oji

Press Release ALIANSI MAHASISWA JOMBANG


Tuntaskan kasus Pelanggaran HAM : Menolak HAMnesia
Setiap tanggal 10 desember kita memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hak hak yang lain. Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut :
1. Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.
2. Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik atau hak ekonomi, social, dan budaya.
3. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.
4. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.
Hak asasi manusia, di pihak lain, menimbulkan kewajiban-kewajiban asasi. Perbenturan kepentingan antara seseorang dengan yang lain sering terjadi. Dalam penerapannya, hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap hak asasi manusia itu sendiri (hak asasi orang lain).
Dalam UUD RI tahun 1945 pasal 28G mengatur hak perlindungan diri yg isinya :
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.
Melihat fenomena pelanggaran HAM yang masih banyak tertunda sampai hari ini, sebut saja Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998), Kasus Marsinah 1993, Peristiwa Tanjung Priok (1984), Pembunuhan aktivis HAM Munir yang sampai hari ini belum ada kejelasan hukum dan iktikat serius pemerintah menyelesaikan dosa pemerintah sebelumnya. Oleh karenanya, kami ALIANSI MAHASISWA JOMBANG merasa tergerak hati nya untuk menolak lupa atas kasus pelanggaran HAM yang ada di indonesia. Berangkat dari pengertian HAM di atas maka di Jombang juga terdapat banyak pelanggaran HAM, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Berdasarkan catatan Women’s Crisis Center (WCC) dari 2014-2016 terdapat 169 kasus kekerasan pada perempuan dan anak di kota santri. Miris. Salah satu nya adalah pemerkosaan yang dilakukan 5 pemuda terhadap gadis wonosalam yang berumur 12 tahun sampai hamil. Saat ini, kasus nya naik turun dan terkesan adem ayem. Bersamaan dengan hari HAM se-dunia maka ALIANSI MAHASISWA JOMBANG mendorong pemerintah pusat, Polri, TNI dan pemerintah kabupaten Jombang untuk menyelesaikan kasus HAM yang sudah mangkrak lama. Beberapa tuntutan ALIANSI MAHASISWA JOMBANG :
1. Tuntaskan pelanggaran HAM terhadap aktivis 98.
2. Selesaikan kasus Munir.
3. Adili jendral pelanggar HAM.
4. Tangkap 4 pelaku pemerkosaan gadis wonosalam Jombang.
Ini empat poin yang menjadi dasar aksi kami pada peringatan hari HAM se-dunia kali ini. Besar harapan kami pihak yang berwenang yaitu pemerintah, kejaksaan, kepolisian, TNI, aktivis HAM dan masyarakat umum terbuka pikiran nya serta mau menuntaskan kasus pelanggaran HAM disekitarnya. Kalau bukan kita siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi. Semoga berhasil, Amin.

Nikah


Sabtu (10/12/16), Haji Ali Fikri yang berdiri sebagai pemberi khutbah nikah dalam acara pernikahan saudara Diki dan Cici, puteri politikus perindo, Medan Amrullah. Dalam acara yang bertempat di halaman rumah mempelai puteri, wilayah njelak ombo Jombang. Beliau berpesan, Menikah itu sebuah ikatan yang Agung, dalam bahasa Al-Quran adalah mitsaqon gholidzon.
Kedua pasangan di panggung ini merupakan orang yang paling beruntung disini. Tidak semua orang mendapat anugrah ini, yaitu ditemukan dengan pasangan yang sesuai hati dan diridlo orang tua.
Salah satu unsur urgen dalam nikah itu keyakinan. Istri yakin bila sang suami bisa membahagiakan, melindungi, membimbing nya. Istri juga yakin bila suaminya sanggup mengemban beban keluarga yang selama ini dipikul sosok ayah.
Disisi lain, suami juga yakin kalau wanita yang jadi pasangan hidupnya dapat membantu kesuksesannya, setia mendampingi dalam susah senang dan menjadi pilar terdepan membantu suaminya, lanjut mantan wakil bupati jombang ini.
Menjaga keharmonisan dalam keluarga itu bukan perkara mudah, butuh sifat kesantria untuk menerima dan mengalah dalam perselisihan. Oleh karena nya, kiyai syairozi pun pernah dawuh kalau guyonan dalam rumah tangga itu penting. Jika bercanda saja sudah tidak bisa maka bagaimana membangun keluarga bahagia.
Islam memang menjabarkan dengan detail masalah nikah. Kembali ke Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 menjadi langganan pemanis dalam setiap undangan pernikahan.
Penjelasan lebih rinci bab nikah terdapat dalam kitab fikih klasik seperti fathul wahab, fathul qorib, i'ana tholibin. Bahkan ada kitab yang lebih rinci lagi menjelas masalah hubungan suami istri seperti fathul idzar dan qurrotul uyun. Hebat kan.
Itulah islam, agama yang indah dan kasih sayang. Islam merasa masalah ini harus dijelaskan lebih rinci. Mulai dari lamaran, ijab qobul, mahar, saksi, wali, cerai, poligami, warisan, talak dll.
Terlepas penjelasan panjang diatas, yang paling penting dalam pernikahan itu adalah mau belajar. Belajar menerima dan memberi.
Terahir, mudah-mudahan yang jomblo disini segera dapat jodoh tutup kiai Ali Fikri. Amin.

KONSTANTIN


Berdasarkan kabar dari Al-qur'an, pandangan islam terhadap agama kristen sangat simpatik dan simpatik. Tetapi agama islam berubah 180 derajat terhadap konsep keilahian Isa al-Masih oleh umat kristiani. Islam menolak dengan tegas jika Isa adalah Tuhan.
Jika mau melihat sejarah perkembangan agama kristen maka kita akan tahu bahwa kristen tumbuh sebagai agama minoritas sampai bertahtanya Raja Konstantin abad ke empat. Dengan keputusannya menjadikan kristen sebagai agama negara terbukti banyaknya peraturan baru. Diantaranya, hari minggu sebagai hari suci dan setiap tanggal 25 desember diperingati sebagai hari natal. Padahal sebelum nya (sampai abad keempat), hari lahir yesus di peringati setiap tanggal 6 january. Sedangkan tanggal 25 desember diperingati sebagai hari matahari, perayaan natalis invictus. Sang Raja membawa kristen bergabung dengan regime dan dengan agama negara yang mapan seperti tertulis dalam buku Holy Blood The Holy Grail karya Michael Baigent.
Sejarah penetapan natal setiap tanggal 25 desember perlu dipertanyakan, memperingati apa? atas dasar apa?
Mengapa ini harus dibahas? Sebab berkaitan dengan ucapan selamat natal.
Tujuan Konstantin merubah ini adalah kesatuan dan manfaat. Begitu juga waktu penetapan isa sebagai Tuhan dan kekuasaan uskup pada tahun 325 melalui Konsili Nicea.
Tentu saya tidak ingin ikut campur dalam agama lain.vl Al-qur'an sudah membatasi jelas, lakum dinukum, saya hanya berharap umat islam faham sejarah sebelum ngotot sebagai paling benar. Menolak gagal faham

MULUDAN BIKIN KAYA



’’Bapak-bapak dan ibu-ibu mau kaya?’’ tanya Wakil Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar saat ngaji dalam muludan dan santunan 80 yatim dan khitan masal 22 anak di lingkungan musala Al Hasan Djali, Wersah, Kelurahan Kepanjen, Jombang, Sabtu (10/12/2016).
Beliau lantas cerita seseorang di Kebondalem Surabaya. ’’Orang ini bodo kuadrat. Sama sekali tidak bisa baca tulis. Tapi setiap muludan, dia mengundang banyak orang, semuanya diberi uang. Sejak saya kecil dia sudah seperti itu,’’ tuturnya.
Pada akhirnya orang ini sangat kaya. Hampir semua tanah di Kebondalem dia beli. ’’Perusahaannya besar. Karyawannya banyak,’’ ujarnya. Semua itu menurutnya karena kecintaannya kepada Nabi.
Bungah atau cinta kepada Nabi, menurut Kiai Miftah, sangat istimewa. Walaupun tidak ikhlas, walaupun politis, walaupun yang cinta orang kafir, tetap ada manfaatnya.
Beliau lantas menceritakan Abu Lahab yang divonis masuk neraka dalam QS Al Lahab. Namun sebagaimana diceritakan dalam sohih Bukhori, setiap Senin, Abu Lahab mendapatkan diskon siksa. ’’Setiap Senin, siksa Abu Lahab diringankan, bahkan dari sela-sela jarinya keluar air yang bisa dia minum,’’ tuturnya. Sebagaimana diperlihatkan kepada Abbas bin Abdul Muttholib pasca meninggalnya Abu Lahab.
Kenapa demikian? Karena Abu Lahab gembira saat diberi kabar kelahiran Nabi Muhammad. ’’Padahal kegembiraan Abu Lahab ini politis. Tidak ikhlas. Dan Abu Lahab ini kafir,’’ tandas Kiai Miftah.
Setelah Abdullah, ayahanda Nabi meninggal, ibunya menjadi tanggung jawab paman-pamannya termasuk Abu Lahab. Abu Lahab lalu mengirimkan budaknya, Suwaibah, untuk meladeni Siti Aminah, ibunda Nabi. ’’Abu Lahab itu tokohnya orang Quraisy. Dia sangat takut jika keponakannya lahir perempuan. Sebab perempuan saat itu dianggap hina. Jika keponakannya lahir perempuan, ketokohannya bisa disoal oleh masyarakat,’’ tutur Kiai Miftah.
Makanya begitu Suwaibah mengabarkan bahwa keponakannya lahir laki-laki dan tampan bercahaya, Abu Lahab bersuka cita. Ketokohannya aman, tak akan digugat masyarakat. ’’Saking senangnya, Abu Lahab langsung memerdekakan Suwaibah.’’
’’Seneng terhadap Nabi yang politis saja, yang dilakukan orang kafir saja, manfaatnya seperti itu. Apalagi jika yang seneng itu muslim seperti kita. Mari kita bungahhh terhadap Nabi. Habis muludan harus tambah bungah kepada Nabi. Tambah bungah terhadap ajaran Nabi dan sunah-sunah Nabi,’’ pesannya.oji

HUKUM MEMBOCORKAN UNAS



Saat ngaji dalam peringatan maulid Nabi Muhammad sollallahu alaihi wasallam di Masjid Al-Ikhlas Kepatihan Jombang, Ahad (11/12/2016), pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng, Dr KH Achmad Mustain Syafiie menyinggung soal hukum membocorkan soal yang dilakukan guru kepada siswanya agar lulus Unas.
’’Berdasarkan ayat ini, hukum memberi bocoran itu wajib. Agar siswa lulus. Goblok-gobloke guru sing kepingin muride ora lulus ujian. Murid diberi soal ujian itu agar lulus. Bukan agar tidak lulus,’’ tandasnya.
Hal itu beliau sampaikan dalam konteks menjelaskan QS Albaqarah 30-33.
Malaikat adalah sebaik-baik makhluk Allah.
Walaupun demikian, ketika Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, malaikat protes. ’’Gusti, apakah Engkau hendak menjadikan manusia sebagai khalifah yang akan melakukan kerusakan dan menumpahkan darah di bumi?. Apakah Engkau tidak puas dengan kami yang selalu membaca tasbih?’’
Allah menjawab Akulah yang paling tahu.
Allah kemudian mengajarkan nama-nama dan rumus-rumus kepada Adam. Sementara malaikat tidak diajari. Keduanya lalu ditandingkan. Adam ditanya selalu bisa menjawab. Malaikat tak bisa menjawab. ’’Yo mesti ae malaikat orang bisa menjawab, wong ora diberi bocoran. Adam bisa menjawab karena diberi bocoran. Jadi Adam diberi bocoran karena memang akan diuji. Karena diberi bocoran, Adam lulus,’’ jelasnya.
Setelah diuji dan tidak lulus karena tak diberi bocoran, malaikat protes halus. Subhanaka la ilma lama illa ma allamtana.
’’Ini artinya, untuk mengelola bumi, tidak cukup dengan tasbih. Tapi harus dengan asma-asma, dengan rumus-rumus. Harus dengan ilmu,’’ tandasnya. ’’Untuk ngebor minyak, ora iso karo wiridan,’’ tambahnya.
Untuk dapat rezeki yang banyak, ora cukup dengan baca Surat Waqiah.
’’Kalau hanya baca Waqiah, apa tidak bisa dapat rezeki? Tetep iso. Gusti Allah ora picek. Lek gak percoyo buktikno. Baca waqiah 39 kali. Kakean, baca 21 kali. Kakean, baca 7 kali. Kakean, baca 3 kali. Isik kakean, baca sehari 1 kali,’’ urainya.
Untuk mengelola bumi, harus dengan ilmu, dengan rumus-rumus, dengan asma-asma yang bersifat eksperimental sains.
’’Tapi agar bumi yang kita kelola bisa mengantarkan kembali kepada Allah, kita butuh talaqqi,’’ tuturnya. Sebagaimana disebut dalam QS Albaqarah 37.
Fatalaqqa Adama min robbihi kalimatin fataba alaih. Dengan talaqqi Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Allah yang membuat tobatnya diterima.
Kalimatin, yang dimaksud dalam ayat tersebut oleh sebagian ulama dikatakan sebagai bihaqqi Muhammadin.
Selama 200 tahun di bumi, Nabi Adam menderita karena tobatnya tidak diterima.
Sampai akhirnya Nabi Adam berdoa; ya Allah, dengan haknya Muhammad yang namanya Engkau sandingkan dengan namamu di Arasy, terimalah tobatku. Allah pun akhirnya menerima tobat Nabi Adam.
Di neraka, kata Kiai Mustain, tidak ada orang yg namanya di embel2i Muhammad.oji

NGAJI ALQUR'AN



Ketika memberi nasehat buat hafidzoh dalam acara wisuda Tahfidzul qur'an pesantren Amanah di ngledok tembelang Jombang, Kamis (15/12/2016), ahli tasawuf pesantren Bahrul Ulum, KH. M.Djamaluddin Ahmad berpesan, "ilmu itu hanya mau bertempat dihati yang tawadlu' dan berakhlaq mulia"
Nabi muhammad itu digelari almusthofa karena beliau tawadlu dan punya akhlaq yang baik, lanjut yai jamal.

Dalam menghafal kan Al-Qur'an itu harus sabar. Sabar menurut imam junaidi yaitu sanggup menelan barang pahit tanpa cemberut.
Selain itu juga harus ridlo, dalam bahasa lain yaitu menghadapi cobaan dari Allah tidak hanya sebatas sabar tapi juga menikmati, lanjut salah satu kiyai sepuh jombang ini.
Wakil bupati Jombang yang hadir pada acara ini juga berpesan, belajar Qur'an tidak hanya sekedar dihafalkan saja, semoga pesantren yang dipimpin gus kholiq ini menerapkan hafal lalu amalkan.
Taman pendidikan Alqur'an telah membantu melawan kenakalan remaja. Sayangnya, anak muda yang mulai beranjak dewasa mulai malas ngaji agama.
Pemerintah jombang sudah menggelontorkan bantuan banyak buat para penghafal Qura'an. Saat ini setiap tahun ada bantuan 2 juta buat mereka, tambah politikus ppp jombang ini yang disambut tepuk tangan hadirin
Untuk mewujudkan peraturan yang sehat di jombang maka dibutuhkan kekuasaan. Percuma saja seluruh kiyai, orang pintar dan masyarakat berkumpul dan mencanangkan sesuatu tapi keputusan membuat peraturan ada di tangan pemerintah.
Sejalan dengan sambutan sebelum nya, kiai Musta'in Syafi'i juga mengingatkan kepada semua tamu untuk tidak main-main dengan Al-Qur'an karena allah ikut menjaga nya. Satu saja ayat nya dilecehkan maka tunggu saja kuasa ilahi akan datang.
Seharus nya siswa Madrasah ibtidaiyah di jombang sudah hafal juz amma. Melihat begitub banyaknya pesantren dan ulama di jombang, ujar ahli tafsir qur'an ini dengan berapi-api.
Yai tain juga menceritakan bahwa tidak ada suasa romantisme yang sehebat peristiwa yang diceritakan Allah lewat surat yusuf yakni ketika ada seorang perempuan yang tanpa sadar menyayat tangan nya sendiri sebab terpesona akan sosok nabi yusuf As. Luar biasa.
Terahir, selain usaha real akan kah saya harus membaca surat yusuf setiap subuh untuk menciptakan suasa intim dan penuh cinta dalam keluarga, hayal ku. Penasaran.

SELFIE SENYUM


Bagaimana hukumnya selvie dg tersenyum?
Saat ngaji di Dempok Grogol Diwek Jombang Kamis (3/11/2016), KH Latif Bajuri cerita tiga ciri ahli surga.
Qolbun rohmatun. Hatinya gampang nyepuro. Gampang welas asih.
Yadun saqiyun. Tangannya luman. "Gampang nguwehi, yo gak isoan. Ketok taek nang empere masjid yo diresiki. Tidak hny didudingi."
"Ngresikine yo digawe fiqihe. Diilange dzatnya dulu. Baru diguyang banyu. Ojo langsung diguyang. Klo langsung diguyang justru meratakan," pesannya.
Wajhun tabassamun. Wajahnya penuh senyum. "Setiap ketemu orang sampean senyum. Iku termasuk ibadah," tuturnya.
Ketemu atau papasan yg sepersekian detik saja dianjurkan senyum.
Apalagi foto yg diabadikan...???
Awakku, klo foto, senyum ya..
"Idz binafsik. Tuturono awakmu dewe," pesan Kiai Jamal di nikahnya Ketua PC IPPNU Rekanita Aini Denanyar, Minggu (25/12/2016).oji

Jumat, 02 Desember 2016

Guru TPQ



Ketika mengikuti Gus Zahrul Azhar (hans) memberikan bantuan kepada TPQ di gudo (27/11/2016), beliau berpesan "terkadang Allah menyematkan hati yang mulya pada orang yang tak berada, agar menjadi cermin bagi orang-orang yang telah diberikan kegelimangan harta dari Allah swt.
Perwujudan menegakkan keadilan yang terpenting dan berpengaruh ialah menegakkan keadilan dibidang ekonomi atau pembagian kekayaan diantara anggota masyarakat.
Gus Hans dengan beberapa teman nya mencoba berbagi kebahagian dan senyum kepada guru TPQ. Sebagai garda terdepan dalam membangun karakter bangsa, seharusnya guru ngaji mendapat perhatian lebih. Karena banyak ditemukan kesedihan yang hinggap bersama guru alquran.
"Celakalah bagi setiap pencerca (kaum sains kepada kebenaran), yang suka mengumpul-mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira hartanya itu bakal mengekalkannya." (q.s. Al-Humazah 1-3)
Teringat salah satu pesan guru kharismatik di madrasah muallimin, pak ishom ahmadi. "Sesibuk apapun kalian nanti, tetaplah mengajar, menyebarkan ilmu", nasehat beliau pada satu siang.
Guru ngaji, pengajar di TPQ bukan pekerjaan favorit. Sedikit sekali santri yang bercita-cita merawat diniyah alquran. Semua berasumsi profesi ini masih kalah dengan pegawai pabrik dan pekerja kantor.
Bersama Gus Hans, kami menemukan tempat mempelajari alquran yang sangat memprihatinkan. Masih gabung dengan rumah pengajarnya. Di ruang tamu, kamar, mushola. Sistem pembayaran nya pun tidak ditentukan alias gratis. Waow.
Dalam masyarakat saat ini, ketidak adilan ekonomi bertambah timpang. Kekayaan dan kemiskinan tumbuh dalam porsi tak wajar. Orang kaya menjadi pelaku kezaliman. Tak jarang agama pun ikut digadaikan.
Perlu diingat, menumpuk harta dan penggunaan tidak benar merupakan kejahatan besar. Padahal setiap harta yang kita miliki ada hak orang lain. Terutama pejuang agama.
So, miris bila melihat masih banyak taman pendidikan alquran berjuang mati-matian untuk bertahan sedangkan diluar sana ratusan juta uang dihamburkan hanya untuk turun kejalan dan belum jelas apakah itu membela islam atau syahwat kekuasaan. Entah.
Terahir, kebodohan terbesar pada santri adalah berhenti belajar dan ngajar. Padahal hal ini bisa membuatkita beriman, berilmu dan beramal.
#ayoDemo



Selasa, 22 November 2016

Kuliah Wada' di IAIBAFA. BUKU BARU (LAGI)



Seperti tahun sebelumnya, kiyai M.Djamaludin Ahmad kembali mengisi kuliah wada' di hadapan mahasiswa IAIBAFA sabtu (19/11/2016), pada kesempatan kali ini beliau membedah buku barunya yang berjudul "sekilas manaqib imam agung."
Kiyai yang alim dan mau menulis akan mempunyai nilai plus. Strategi dakwahnya juga masif. "Kami tulis sekilas manaqib imam agung, para mujtahid, tokoh shufi, yang sangat masyhur dengan sifat wira'i dan kealimannya, dengan harapan semoga kita bisa meneladani perilaku dan kepribadian mereka," jelas beliau diawal acara.
Salah satu pengasuh pesantren Bahrul Ulum ini bisa dibilang produktif dalam hal menulis. Berbagai judul buku lahir dari sosok kiyai kharismatik dan tawadlu' ini. Beliau banyak menulis tentang tasawuf, ushul fikih, biografi ulama. Seperti tertulis dalam buku "sekilas manaqib imam agung" yang bercerita tentang imam Ghozali, beliau menulis kitab-kitab agung yang belum ada pada masa sebelumnya, seperti kitab Ihya' Ulumuddin.
Sang kiai dalam buku kecilnya ini menulis biografi singkat ulama terdahulu yang nampaknya menjadi idola beliau. Terutama dalam masalah agama dan menulis. Tamsil, Biografi imam Hanafi, imam Maliki, imam Syafi'i, imam Hambali, imam Ghozali.
Diceritakan dari imam Nawawi(631-678 H) dari gurunya yang dapat dipercaya, beliau berkata: "Jika karangan imam Ghazali diukur dengan usia beliau, maka setiap hari beliau menghasilkan empat kuras (16 lembar)."
Dihalaman lain, diriwayatkan bahwa imam Malik menulis seratus ribu hadits dengan tangan nya, dan beliau mulai mengajar sejak umur 19 tahun, banyak orang yang berbondong-bondong datang mempelajari ilmu fikih dan hadits.
Lain lagi dengan imam Syafi'i, beliau membagi waktu malam menjadi tiga bagian, yaitu: sepertiga pertama untuk menulis, sepertiga kedua buat sholat dan sepertiga selanjutnya buat tidur.
Dakwah lewat tulisan menjadi tradisi ulama terdahulu. Selain praktis, tulisan juga akan abadi melewati lintas generasi. Penulis akan selalu tetap abadi dihati pembaca walaupun ia telah menghadap sang kuasa. Imam Syafi'i dengan kitab Al-Um berhasil membantu jutaan muslim dalam memahami fikih. Begitu juga imam Ghozali, kitab Ihya' Ulumuddin merubah paradigma umat islam tentang tasawuf.
Dihalaman terahir, mushonif menjelaskan keharusan menjaga 7 anggota tubuh. Menjaga pandangan, lisan, telinga, perut, tangan, kaki dan terahir menjaga kemaluan.
Begitulah yai Jamal, sederhana, tawadlu', welas asih dan kreatif

Senin, 14 November 2016


Melepaskan ide dan pergolakan pemikiran (Tashwirul Afkar) yang menumpuk dalam kepala kecil ini. Harus ku akui, Kalian (islam fundamental) sedikit banyak telah memaksa dan mengikis sifat malas membaca ku. Juga berpartisipasi dalam menyisihkan uang jajan untuk membeli buku. Terimakasih telah membantu saya dalam mencerdaskan hati dan pikiran. Tapi, mohon maaf, saya tidak bisa seperti kalian. Mendirikan negara islam, demo membela agama, mengancam golongan berbeda, menghina yang beda, merasa paling benar. Selain hormat pada guru, hal ini juga bertolak belakang dengan suara hati. Hemat saya, bukan negaranya yang dirubah melainkan konstitusinya. Begitu juga pada golongan lebih luas, Saya rasa umat islam pada umum nya (NU, Muhammadiyah, HTI, Persis, Al-irsyad dll) tidak lah pantas bila menghakimi kelompok lain salah dan merasa paling benar. Saya berpandang lebih jauh lagi, umat islam harus punya suatu pemahaman bahwa penafsiran islam oleh golongan tertentu itu bukanlah paling benar dan berhak menghina kelompok lain. Contoh dalam kehidupan sehari-hari, ada 10 ulama yang bermaksud mengunjungi karib nya di Lamongan bernama Subhan. Selain silaturrahim mereka juga ingin menghadiri acara pernikahan sang puteri akhy fillah. Dalam perjalanan menuju lokasi, para ulama ini menaiki kendaraan yang berbeda. Ada kijang, avanza, xenia, lucio, panther, yaris, ertiga, jip, elf, sepeda motor santria. Kesepuluh ulama ini berkeyakinan jika kendaraan yang dinaiki bisa mengantar sampai tujuan dengan selamat. Tak adil bila pemilik lucio menyalahkan temannya yang membawa panther. Atau mengejek pemilik avanza. Begitu juga, pengendara santria tak boleh mengaku memiliki kendaraan paling baik, yang lain salah. Setiap golongan hendaknya belajar menghargai hak golongan lain dalam menafsiri islam. Seharus nya, yang dimusuhi itu segala perbuatan dan tindakan memutlakan pandangan golongan tertentu. Ini bahaya bila ada dalam masyarakat indonesia. Perpecahan tak terelakkan bila pradigma ini masih terus hidup dalam pikiran umat islam indonesia. Tidak menutup kemungkinan Indonesia dimasa depan tinggal serpihan sejarah. Tidak percaya?. Suriah, Yaman, Afganistan bukti real nya. Terahir, organisasi apapun namanya itu tidak lebih sebagai kendaraan dan baju. Terpenting itu tujuan dan isinya. Bukan bungkusan nya. Tak penting pakai baju hijau, kuning, biru. Esensi nya lebih penting, iyakah? ayo diskusi...


Sabtu, 29 Oktober 2016

Tak harus sastra


Saya tak faham apa itu sastra yang sebenarnya. setiap orang punya maksud dan makna tersendiri. Bagi saya, menulis itu asyik, menulis itu nyaman, mengeluarkan isi kepala dalam bentuk tulisan membuat ku hidup dalam berbagai demensi. Saya suka menulis, cinta dengan dunia literasi, itu saja. Saya orang sederhana, mencintai hidup dengan sederhana, menikmati setiap lekuk kan pekatnya problem kehidupan. Tak bisa dipungkiri, terkadang ada caci maki disana, sumpah serapah, pujian, rayuan, serta harapan.Itulah isi hati, berubah mengikuti situasi dan kondisi. Saya salah, mungkin. Saya benar, bisa jadi. Yang pasti, diri ini ingin mengabadikan pergolakan hati dan pemikiran dalam bentuk tulisan. Bukan buat pamer, hanya ingin belajar dari setiap jengkal nikmat tuhan yang diberikan kepada ku. Nikmat kesehatan, rasa cinta, marah, kecewa, keberhasilan, kegagalan. Mungkin saja Tuhan lagi menguji manusia kerdil ini. Dimna posisi sang Robb saat perubahan suasana hati dan pikiran. Masihkah Tuhan menjadi the special One dalam hidup mu? entahlah. Selain itu, saya suka hidup bermasyarakat, bercanda bersama, mengupas masa depan, cerita pengalaman, bersama berbagi dalam peduli. Lao tie (700 sm) pernah berkata, Datanglah kepada rakyat, hidup lah bersama mereka, belajarlah dari mereka, cintai mereka, mulailah dari apa yang mereka tahu; bangunlah dari apa yang mereka punya; tetapi pendamping yang baik adalah, ketika pekerjaan selesai dan tugas dirampungkan, rakyat berkata, kami sendirilah yang mengerjakan nya. Ini keyakinan saya, prinsip dalam bersosial. Pilihan hidup bermasyarakat jelas mengandung resiko pro dan kontra. Betapa indahnya perselisihan dan kebahagian bila abadi dalam bentuk tulisan. Bisa berwujud opini, esay, cerpen, puisi, pantun atau catatan harian saja. Saya tak peduli apakah nanti goresan tinta itu dikatakan apa, tujuan utama bukanlah itu. Menulis, menulis lagi, menulis terus, konsisten menulis. Belajar dari apa yang dilihat, dengarkan, rasakan. Lalu berbagi kepada insan yang membutuhkan. Menurut saya menulis itu seksi dan buat happy. Tak ada yang lebih membahagiakan selain coretan tangan kita menginspirasi banyak orang. Setiap individu juga punya gaya sendiri menginspirasi.
So, sastra tidak lah harus diberikan makna sempit sebagai untaian kata mutiara, rayuan, gombalan, harapan atau doa. Menurut hemat saya, tetaplah menulis, menulis isi hati dan pemikiran mu. Jangan berhenti menulis bila hanya karya mu tak elok. Tak ada yang instan dalam belajar. Yakinlah proses tidak akan menghiati hasil. Menulis pekerjaan abadi kata Pram. Dia tak lekang oleh waktu dan tempat. Sejarah masa lalu tersimpan rapi berkat tulisan. Coba saja lihat di museum-museum dikota mu, berapa besar jasa penulis. Mereka yang jujur dalam mnulis akan dituggu dan diploti terus karyanya. Pun dizaman digital ini menulis tetap menjadi hal penting bagi kehidupan mnusia. Dunia literasi menjadi senjata yang sngat mematikan saat ini. Dengan membaca, seseorang akan menguasai informasi. Selanjutnya orang yang punya banyak informasi akan tahu kapan harus menikung, merankul, menggandeng, menuntun dan mmbunuh lawan dan kwan. Kemampuan menulis membuat seseorang bisa mengalihkan isu, berbagi cerita, mendoktrin, mencari pendukung dan mematikan gerakan lawan. Ya itulah, setiap insan seharusnya punya kemampuan analisis yang kuat berkat membaca dan ke ahlian menginspirasi melalui pena. Biar tidak menjadi seperti monyet, rame karena teman nya rame. Tapi tak faham apa yang membuat rame. Ayo menulis lagi.
Sruput es susu nya.....

Jumat, 02 September 2016

"MEROKOK(Tidak) MEMBUNUH MU"



Permainan pasti ada. Kepentingan tak bisa dinafikan. Saya coba menganalisa sedikit, Musuh utama pabrik rokok adalah Kemajuan farmasi dan Kepentingan negara maju untuk menguasai SDA indonesia. Kita jangan lupa bahwa salah satu penyebab bangsa eropa datang ke negara kita adalah mencari cengkeh (Syzgium Aromaticum), Pelajaran sejarah waktu sekolah dasar. Dan cengkeh adalah campuran tembakau dalam rokok, pada ahirnya disebut rokok kretek.
Menurut cerita lokal, Haji Djamari asal kota kretek Kudus, insan kreatif penemu rokok kretek. Beliau merajang cengkeh dan mencampur adukkan bersama tembakau untuk dilinting menjadi rokok. Saat itu, merokok sudah menjadi tradisi laki-laki.
Dari pada pemerintah sibuk menaik kan harga rokok dan tidak akan berpengaruh kepada pecandu rokok lebih bijaknya mengelola bisnis sebul sebul ini menjadi mega proyek. Pabrik rokok sekaligus obat bagi perokok. Coba angan-angan, 2015, rokok menyumbang cukai terbesar dengan kontribusi 96%. bila di uangkan sekitar 139, 5 Triliun dari total 144,6 Triliun. Bahaya rokok tidaklah separah bahaya laten korupsi, kerusakan mental pejabat, mafia karet-sawit, mafia tambang, politikus busuk.
Beberapa tahun terahir, bila pergi kemalang dan kudus kita akan menemukan tidak hanya satu dan dua pabrik rokok rumahan yang gulung tikar. Tentu dengan berbagai sebab. Mulai iklan yang masif oleh orang kesehatan sampai pajak yang tinggi.
Selanjut nya, saya menaruh curiga dengan kaum kesehatan terutama industri farmasi. Mereka begitu semangat menyiarkan bahaya rokok dimana-mana. Lewat seminar, radio, TV, artike, opini, bahkan buku bahaya merokok. Mereka menerang kan dengan detail zat yang terkandung dalam rokok dan disertai bahaya nya. Bahkan terkadang disertai iklan berupa gambar, video, suara, dan wawancara pelaku rokok. Tujuan dari semua usaha mereka hanya satu, memarginalkan perokok. Padahal bila kita sadari, orang yang mengaku penentu kesehatan sudah tahu seluk beluk rokok, zat dalam rokok, dan bahayanya. Tapi saya belum pernah melihat mereka mempromosikan obat bagi perokok, penentralisir nikotin. Apakah alat mereka kurang canggih? Entahlah, bantuan alat kesehatan dari luar negeri berdatangan seperti tamu walimahan. Logika nya begini, jika mereka faham dengan penyakit maka mereka juga akan faham dengan obat. Bukan kah begitu tujuan mereka dikuliahkan?. Saya melihat disini tidak ada keadilan. Mereka menyerang pecinta rokok dengan dasar ilmiah, tapi tidak memberi solusi dengan cara ilmiah pula. semisal, kapsul khusus perokok, vitamin buat pecandu rokok, susu khusus perokok berat dll. Ini peluang bisnis yang ditinggalkan. Ada jutaan masyarakat indonesia yang menjadikan rokok sebagai teman hidup siang dan malam. Mereka tentu tidak akan merasa keberatan bila membeli rokok plus obatnya. Bahaya AIDS karena sex bebas saja diciptakan kondom, Padahal, banyak sekali pecandu rokok bisa hidup berhari-hari tanpa sex dan merasa keberatan bila tak menyedot sebatang rokok dalam rentang waktu 12 jam. Silakan dicek. Dimana ahli ekonomi saat potensi luar biasa ini di obok-obok, kemana pergi nya para entrepreneur muda ketika bisnis lokal dan pasar nya jelas digrogoti pemerintah. Tidur? Atau asyik dengan uang suap?. Negeri kita memang lucu kawan.
Buat pecandu rokok, jika ingin pemikiran kalian dikaji banyak orang maka buat lah karya dengan landasan sistem ilmiah. Hanya itu.
Terahir, Sebagai pertimbangan saya cantumkan kutipan pidato Bung Karno saat pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila.
Pun, rokok kretek menjadi langgam budaya yang di dalamnya roda ekonomi riil bergerak. Perkebunan cengkeh dan tembakau sebagai bahan dasar rokok kretek menghasilkan tenaga kerja melimpah. Hal yang sama dengan pabrik-pabrik rokok yang tersebar di banyak tempat di Indonesia, menyediakan lapangan kerja yang melimpah. Industri rokok dari hulu sampai hilir adalah surga tenaga kerja dan penggerak ekonomi riil Indonesia.
Allah pemilik kebenaran, ini hanya kegalauan saya melihat gosip tentan ROKOK. Tak ada yang menyuruh dan membayar saya dalam hal ini. Semua hadir dan muncul dengan begitu saja. Dan terpenting saya bukan PEROKOK.
#Fatin

Rabu, 20 Juli 2016

Pasca Ramadlan


Malam ini saya berkesempatan duduk manis bersama teman-teman santri Bahrul Ulum dari sidoarjo, putera delta namanya. Merajut dulur, gelak tawa, mengais ilmu dalam tema Halal bi halal bersama Mbah Bolong dari Jombang. Acara yang dibungkus dalam bentuk pengajian umum ini pertama berjalan lancar sampai hujan membuyar kan sebagian besar mustami'. Hujan datang tanpa tanda membuat semua bingung kalang kabut menghindari tetesan hujan malam ini. Alhamdulillah, hujan hanya menyapa sebentar, sekedar membasahi bumi Punggul asri.
Disini, saya tidak bermaksud menyimpulkan isi ceramah pembicara. Saya hanya mencoba merenung, sedikit galau dan sedih berpisah dengan ramadlan barakah. Beberapa hari terahir, dinding facebook, WA, LINE, Bbm dan instagram saya semua berjubel berita tentang idul fitri dan halal bi halal, mengalahkan berita tentang kopi sianida, korupsi pejabat, pelanggar ham, perombakan kabinet, apalagi berita perceraian artis. Halal bi halal menjadi gerakan sosial yang luar biasa, masif, dan banyak manfaat. Hampir setiap keluaga membuat halal bi halal, pejabat publik juga tak alpha, apalagi anak muda, berbagai jenis dan gaya baru halak bi halal menguap di sosmed. Ada yang hanya sekedar makan-selfi-salaman-pulang, lebih kreatif lagi halal bi halal di buat konsep liburan, pengajian, santunan, sowan guru (sogu), sowan panti asuhan (sopan). Acra yang menurut sumber terpercya, ini berasal dari ide Mbah Wahab. 
Namun, pertanyaan besar saya. Sudah kah kita melewati ramadlan tahun ini dengan menjadi insan bertakwa, sesuai keinginan pemilik alam semesta lewat firman nya, laallakum tattaqun. Allah begitu berharap kita menjadi hamba yang bertaqwa lewat latihan puasa ramadlan. Gagal tahun ini, semogaa tahun depan berhasil. Tapi saya bingung dengan ciri-ciri orang bertaqwa. Kebanyakan para dai menerangkan amalan selama bulan puasa dan itu terjadi berulang-ulang sampai jamaah hafal dengan maksud penceramah. Kurang puas tepatnya.
Saya pun merasa ada yang harus menjelaskan ini. Sampai sbelum tahlilan tadi malam, kebinguan itu masih setia menempel di otak kecil ku. Sambil mendengar suara serak pak imam membaca tahlil. Pikiran nakal ku mulai mengingat, membedah, menerjemah, mengotak-atik ayat-ayat pertama surat albaqarah yang selalu tampil dalam bait-bait tahlilan. Saya mendapat sedkit gmbaran tentang tanda-tanda tiang taqwa lewat surat albaqarah.
Ayat no 2, menggambarkan bahwa tanda orang yang bertaqwa selalu mencintai dan berusaha mengamal kan isi alquran. Karena Alquran adalah petunjuk bagi orang bertaqwa, inti ayat ini. Lanjut ke ayat ke 3, saya mengambil pelajaran dari ayat ini bahwa tanda orang bertaqwa selanjutnya adalah orang yang beriman kepada perkara ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rizqinya. Tiga hal ini mudah di ucapkan dan banyak yang bisa bertutur tentang ini tapi langka sekali yang bisa istiqomah melakukannya. Menapak ayat ke 4, Allah swt menjelaskan bahwa tanda orang betaqwa adalah beriman kepada Alquran, shuhuf2, dan kitab suci sebelum Alquran.
Allah dengan sifat Rahman Nya, sangat berharap hambanya menjadi orang yang beruntung. Ini tergambar dalam ayat ke 5 dari surat Albaqarah. Luar biasa.
Ini hanya tafsiran bebas saya dalam menjawab pertanyaan hati mengenai Taqwa. Inspirasi datang tak dapat dihenti, tak kenal waktu dan tempat. Menulis cara terbaik merawat ide, terkadang ia datang lalu pergi terbirit lari tanpa permisi. So, menulis itu pekerjaan abadi.

Malang dalam cerita


Setelah menyusuri kota udang, perjalanan selanjutnya adalah kota batu, kota wisata. Memanfaatkan jasa perusahaan oto (P.O) Restu yang parkir di Terminal Bungurasih cerita indah ku dimulai. Dengan merogoh kocek Rp. 14.000rb kenet bis memberikan secarik karcis dan senyum masam nya. Restu merupakan salah satu bis yang bisa dikategorikan bagus dan bersih. 15 menit berjalan, lancar dan tanpa halangan. Namun, cerita indah ku mulai berubah saat bis yang ku tumpangi keluar dari tol sidoarjo. Gempol mulai rame, hawa-hawa macet mulai kelihatan. Sang supir pun membanting setir lewat jalur alternatif, lah kebetulan alias ketepakan ada warga yang meninggal dunia. Jadilah perjalanan bis bak bayi merangkah. Lepas dari macet di daerah pandaan, kami kembali terjebak macet di lawang dan singosari. Rapat, merayap, bergerak seperti rayap, hanya bisa meratap. 
Malang memang menarik, disamping menjadi icon pariwisata jawa timur, kabupaten malang juga merupakan barometer pendidikan Jatim. Harus kita akui bahwa negara Indonesia tidak mungkin sehebat ini tanpa sumbangsih arek-arek Jatim. Cek aja di Jakarta, berapa menteri dan pejabat penting negara ini yang berasal dari wilayah paling timur pulau jawa. Malang mewakilkan beberapa kampus elit dikancah percaturan pendidikan nasional. Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN maulana malik, Universitas Muhammadiyah malang, Universitas islam Malang contohnya. Kampus-kampus ini menaungi ribuan mahasiswa, calon pengelola bangsa yang kaya tapi di miskin ini. Jadi wajar, bisnis pariwisata di sini maju dengan pesat, Karena didukung dengan kelebihan kaum akademik yang butuh lahan praktek ilmunya. Jadilah daerah dati II Malang sebagai tujuan wisata dari berbagai lapisan masyarakat. Bisnis dimasa depan nampaknya akan dikuasai oleh kalangan pendidikan, pariwisata, pemuka agama. Bisnis pendidikan sudah mulai banyak digandurungi di masyarakat kita. Seperti lelaki putih dan sipit bintang film drama korea DOTS. Ia begitu digandrungi, dinanti datangnya, dipuja-puja. Fotonya ada di handphone, menempel ditembok kamar, binder, sampul buku dan dompet. Beberapa tokoh pendidikan telah berhasil menyandingkan ketakutan dengan pendidikan formal. Masyarakat diberikan artikel, buku, dan seminar tentang bahayanya masa depan tanpa pendidikan formal. Akhirnya, orang tua yang mengaku sayang anak berlomba-lomba belanja susu dan makanan sehat buat sang calon bayi. Setelah umur 3 tahun mulai lah anak di sekolah di lembaga khusus baby, alasan nya biar pintar. Sampai-sampai saking takut anaknya menjadi orang bodoh dan terbelakang, para bunda berlomba mendaftarkan buah hati mereka ke sekolah favorit. Biaya nomor dua, utang sana sini tidak masalah, jual tanah pun dilakukan, uang tabungan dikuras, asal nya berada di jalur pendidikan formal. Luar biasakan, ketakutan telah berhasil merasuki dunia pendidikan. Contoh lain adalah semakin menjamurnya lembaga bimbingan belajar, buku panduan masuk perguruan tinggi, dan pelatihan lainnya. Disekitar kampus Brawijaya, Uin malang, Universitas negeri malang ada berbagai macam instansi yang siap membantu calon mahasiswa baru. Ujungnya hanya satu, uang dan uang. 
Pariwisata, dengan semangat liburan dan istirahat dari berbagai kerupekan kerja membuat bidang ini menjadi keren. Mereka menawarkan kenyamanan, hiburan, ketenangan ditengah kelelahan kerja. So, jangan heran libur sebentar saja tempat liburan penuh sesak. Malang memiliki semua itu. Ada ribuan villa, tempat hiburan, wisata pendidikan dikota batu. Kebetulan hari ini saya menempati salah satu dari ribuan bangunan mewah tersebut. Berbagai jenis harga ditawarkan. Mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta. Pemandang yang asri, udara sejuk, tanjakan curam meneguhkan bahwa kota ini layak dikunjungi kawan. 
Selanjutnya, calon pengusa masa depan adalah kaum agamawan. Negara timur memang terkenal dengan warganya yang suka wisata rohani. Tuhan mempunyai tempat khusus dihati mereka. Oleh kerenanya, orang yang dekat dengan sang Rabb selalu menjadi terdepan dalam berbagai hal dan keputusan urgen. Sayang seribu kali sayang, peluang ini menjadi target utama kaum kapitalis. Pemuka agama diberikan akses seluas-luasnya meneguk dan menikmati suguhan dunia. Dengan begitu, pengikut, orang yang fanatik, dan pendukung kaum agamawan akan secara otomatis membeli dan mencari produk yang dipakai sang idola. Sekarang cara menguasai suatu daerah adalah dengan mengajak tokoh agama aktif dalam gerakan yang diinginkan. Karena Setiap dawuh dan tindakan para imam pasti ada pendukungnya. Tambah susahkan?
Kesimpulan perjalanan saya di kota apel ini memberikan inspirasi bahwa setiap individu harus punya satu kepercayaan yang teguh, yaitu berpegang pada Dzat di atas segala dzat. Dengan begini, kita tidak akan terpengaruh dengan berbagai godaan. Perjalanan panjang kita selalu bermula dari dua pusaka peninggalan Nabi Saw, yakni Quran dan hadits. Serta dibantu dengan akal dan hati nurani. Ulama terdahulu, dengan sikap ikhlas dan keluasan ilmunya telah memberikan contoh nyata dalam bersikap. Belajar dari berbagai sumber pengetahuan agar tak gampang menyesatkan. Dan pa ing penting jangan membatasi diri dan akal untuk menjadi orang pintar. Ayo menghebat. Terimakasih kota pendidikan, kota apel, kota wisata, atas segala inspirasinya.

"Menunda bahagia"


-Catatan buat yang belum bisa move on dari keluarga di rumah-
Dari berbagai jenis ibadah dalam syariat Islam. Barangkali puasa dibulan Ramadlan adalah ibadah paling fenomena dan membekas dihati. Tak terkecuali para santri, moment seperti buka puasa, sahur, taraweh, tadarus bareng keluarga tentu tidak mudah dilupakan. Disamping sibuk dengan rutinitas belajar tidak setiap keluarga punya waktu luang bak ramadlan dan Idul fitri. Maka ke khas an suasana ramadlan ini membuat sebagian santri berat hati kembali ke pesantren. 
Jika kita mau melihat kebelakang sebentar, sebenar nya puasa mengajarkan kita untuk mampu membebaskan diri dari tawanan kekinian dan membangun sikap sosial. Puasa memerlukan kesabaran untuk menunda bahagia. Shoim berusaha menahan diri dari menikmati makanan lezat disiang hari, walaupun dia sanggup melakukan nya. Firman Allah dalam hadits qudsi, semua amal seorang anak adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala, tentu janji Tuhan lebih menarik dari ayam panggang dan es oyen. Kemampuan seorang untuk menanti suatu kemenangan langgeng lebih hebat dan urgensi ketimbang mengejar kepuasan sementara. Yang pada kehidupan nyata misalnya, berpisah dengan keluarga tercinta demi ilmu pengetahuan di negri semberang. Contoh lain adalah menabung, menahan dari shoping. Menabung secara pintar, tidak di bawah kasur, tapi di bank pasti mengandung efek produksi. Menunda kesenangan itu praktek yang cerdas. Menurut cak nur, bahagia bukan sesuatu yang selalu bersifat materi. Kebahagian itu state of mind, tergantung keadaan jiwanya. Maksud beliau bila saya artikan adalah kemampuan seseorang untuk mengatur ke jiwaan masing-masing. Ambil contoh qona'ah, dengan begini kita tidak mersa paling susah saat reziki lagi sret. Atau tamsil lainnya, dalam hal mengikuti tren, seorang yang terbiasa dengan sikap tidak gupoh akan menimbang dan memikirkan sebelum mengikuti tren. Baik itu berhubungan dengan game, gaya hidup, ideologi, maupun hobi. Sekedar mengingat, dosa manusia pertama yaitu nabi adam, berawal dari ketidak sanggupan menahan diri dari kesenangan semu. Menahan diri atau zuhud berlawanan dengan tindakan menuruti hawa nafsu dan sifat egoisme. Egoisme wujud karena ketidak ridloan insan untuk menderita, senajan semantara. Sikap ini lah yang banyak hadir dalam diri manusia, Sehingga kerusakan dunia tidak terelakan lagi. Di Jambi, kebakaran hutan disebabkan seorang yang tidak bisa menahan diri dan menunda untuk kaya. Hutan ribuan hektar dibakar, lalu dijadikan kebun sawit. Tak peduli dengan mahluk lain, semua harus berjalan sukses. Hikmah kemanusian dilatih dalam ibadah puasa, menahan diri untuk tidak menyakiti, mendzolimi, merugikan orang lain. Karena sejatinya, budi yang baik selalu menuntun pribadi menahan diri dari pengaruh tidak benar. Moralitas tinggi dan egoisme tidak mungkin bersanding, sifat dasar mereka adalah kontras. So, mari belajar menahan diri, menunda untuk bahagia bukan berarti lupa bahagia. Melainkan memilih saat yang tepat untuk mengatakan AKU BAHAGIA. Menikmati BAHAGIA.

Selasa, 12 Juli 2016

Jangan takut merantau


Hidup akan mengecil dan membesar sesuai dengan keberanian kita. The Diary of Anais Nin.
Bila melihat hajat besar umat islam Indonesia yang rutin dilakukan setiap Idul Fitri yakni mudik. Setidaknya ada beberapa hal yang menggambar kehidupan sosial masyarakat kita. Pertama, nilai kekeluargaan yang kuat dalam tradisi mudik. Merayakan hari kemenangan begitu terasa bearti bersama keluarga besar. Jadi wajar, ribuan orang rela antri berjam-jam untuk mendapatkan tiket kereta api, tidak takut ancaman macet sepenjang jalan, lelah, capek, jauh nya jarak, semua sirna bersama angan-angan bertemu keluarga, bercerita bersama, foto selfie, tertawa bareng. Pada ahirnya, dinding Facebook, Line, status Bbm, WA semua bercerita tentang keluarga nya masing-masing lewat tulisan panjang atau sekedar foto bareng. Kedua, mudik miniatur dari masyarakat Indonesia yang suka merantau, beranjak dari kampung halaman menuju negeri lain dalam rangka merubah hidup lewat pendidikan dan pekerjaan. Namun, ahir-ahir ini merantau hanya milik orang yang merubah masa depan lewat pekerjaan. Orang yang mencari ilmu seakan bukan perantau. huft. Ini penyempitan makna dari kata Merantau itu sendiri.
Merubah nasib tidak selalu harus lewat pekerjaan, jalur pendidikan lebih menjanjikan. Ilmu kemudian kerja. Orang tua bijak tentu tidak akan keberatan bila anak nya merantau mencari ilmu. Banyak sekali orang tua di era modern ini yang over aktif dalam menentukan tumbuh kembang puteranya. Apa yang dilakukan sang anak tidak murni pemikiran nya. Dia hanya menjalan kan ide Ayah dan bunda nya saja. Tidak lebih. Saya sering melihat dan sengaja mengamati orang tua yang pro aktif, sebagai bahan pelajaran tentunya. Mereka menentukan semua yang akan dilakukan anak-anak nya. Mulai guru ngaji, pembimbing private, sekolah, kampus, hobi, teman sampai istri pun anak harus sami' na wa atho' na. Terus apa fungsi hati dan otak sang anak? Orang tua model kayak gini punya niat baik tapi caranya kurang tepat. Apalagi jika buah hatinya sudah menginjak bangku kuliah, terlalu hati-hati hanya akan membuat mereka punya sikap mengandalkan dan ketergantungan yang luar biasa kepada senior. mereka sarjana tapi tak punya karya. Takut dalam bertindak. Ragu-ragu ketika mengambil keputusan. Tak ubah kerbau yang ditali hidungnya. Hanya bisa berkata IYA dan tak punya kata MENGAPA dalam pikiran nya.
Memberikan izin calon generasi muda untuk merantau adalah tindakan yang bijaksana, menurut saya. Jauh dari orang tua membuat mental seseorang terdidik layak nya baja, mereka akan belajar dari rentetan pengalaman dan kesalahan yang dilakukan selama di negeri orang. Kampoung nan jauh dimato, membuka cakrawala pemikiran sang anak. Dirantau anak-anak akan bertemu dengan berbagai guru, teman, bahasa, mata pelajaran dan pergolakan pemikiran. Generasi muda hendaknya jangan hanya di ajarkan pola pikir hitam-putih saja. Ini hanya akan menutup kesempatan melihat pemikiran alternatif lainnya. Calon pemimpin masa depan Indonesia ini akan menjadi dogmatis dalam berflikir, pilihan nya hanya dua, kalau tidak hitam, putih. kalau tidak benar, salah. Padahal kebenaran itu sendiri bersifat relatif, kesepakatan kaum. Sudut pandang sendiri, sesuai sisi mana yang di ambil. Tasawuf, Fiqih, Pikiran bebas, hukum negara, atau mazhab tertentu. Soe Hok Gie pernah menulis, Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu...Dikawatirkan, orang yang berfikir hitam-putih itu sering kali membenarkan bahkan memutlak kan kebenaran yang dicapainya sendiri. Parahnya lagi mereka dengan enteng menyesatkan hasil pemikiran orang lain. Beda bearti salah. Terlihat di lapangan, Banyak orang pintar dan da'i yang menyampaikan bahwa kemunduran islam dikarena kan pemeluknya tidak lagi mengamalkan qur'an-hadits. Solusinya hanya kembali mengamalkan dua pusaka peninggalan Rasul ini jika ingin maju. Semua sudah ada disana, kata mereka dengan berapi-api. Kesannya sederhana, mudah difahami dan dilaksakan. Tapi, setelah mencoba mempraktek kan nya, mulai ada masalah berkaitan dengan penafsiran, bahasa, konteks ayat, terus islam model siapa yang akan diterapkan mengkaji kitab suci. Sunni-syiah beda, apalagi syiah-wahabi. Mereka berfikir seakan pemilik kebenaran dan menciptakan benar versi golongan mereka. Mungkin kopi yang mereka minum kurang pahit atau piknik nya kurang jauh. Bisa juga buku yang dibaca kurang tebal.
Entah, semua menantang untuk dikaji dan didebatkan. So, izinkan generasi muda kalian merantau, dipaksakan mungkin. Sekali lagi merantau itu keren dan jangan takut merantau. Terimakasih.

Rabu, 22 Juni 2016

Senandung budak Rantau.


Biarkan aku terbang kawan. Mengepakkan sayap-sayap ku ke langit biru. Bagi ku pengetahuan tidak berakar pada fakta-fakta yang tertulis dalam buku. Pengetahuan berakar pada rasa ingin tahu. Aku ingin tahu luasnya samudera yang selama ini hanya hadir dalam dongeng-dongeng pengantar tidur. Aku ingin mengarungi luasnya laut, biar aku faham rasa asin itu memang ada dalam wujudnya. Kepergian ku untuk melayani pergolakan hati dan pemikiran. Mencintai dan menghayati arti hakikat dari kosakata KEBENARAN MUTLAK. Anonim pernah mengemukakan, jalan mulus dan lurus tidak akan pernah menghasilkan pengemudi hebat. Laut yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut yang tangguh. Hidup tanpa masalah tidak akan membuat orang menjadi kuat. Kelak nanti pikiran ku menjadi ucapan ku. Ucapan ku akan menjadi perilaku ku. Perilaku ku akan menjadi kebiasaan ku. Kebiasaan ku akan menjadi karakter ku. Dan pada ahirnya, karakter ku akan menjadi takdir ku. seperti kata Gandhi. Dengan keyakinan untuk mencapai hal-hal besar tak mungkin cukup dengan berfikir dan bertindak. Tapi juga perlu bermimpi lebih besar. Diikuti dengan munajat. Dan aku percaya Tuhan selalu bersama orang yang berfikir dan bergerak. Aku beranjak bukan merasa hebat. Melainkan mencoba melarikan diri dari ruangan kelas, kamar tidur, warung kopi, kamar mandi, teman2 yang sudah tidak memberikan inspirasi dan mengilhami.Tidak, aku tidak benci semua nya. Bukan juga kacang lupa kulitnya. Sekali lagi, Kepergian ku untuk melayani akal, gejolak hati tentang kehidupan dan maha pencipta. Bagi ku, manusia hebat bukan pencerita ulung dengan sejuta fansnya. Manusia yang mampu mengolah fikir, hati, ikhtiar menjadi inspirasi itu lebih seksi. Ini cerita tentang kekuatan niat dalam meladeni akal menuju Ilahi. Belajar menyimak hidup, merenungi mati dari berbagai jalan. Tak ada yang perlu ditangisi apa lagi di sesali jika itu tentang rasa sejati. Ayo turu....