Sabtu (10/12/16), Haji Ali Fikri yang berdiri sebagai pemberi khutbah nikah dalam acara pernikahan saudara Diki dan Cici, puteri politikus perindo, Medan Amrullah. Dalam acara yang bertempat di halaman rumah mempelai puteri, wilayah njelak ombo Jombang. Beliau berpesan, Menikah itu sebuah ikatan yang Agung, dalam bahasa Al-Quran adalah mitsaqon gholidzon.
Kedua pasangan di panggung ini merupakan orang yang paling beruntung disini. Tidak semua orang mendapat anugrah ini, yaitu ditemukan dengan pasangan yang sesuai hati dan diridlo orang tua.
Salah satu unsur urgen dalam nikah itu keyakinan. Istri yakin bila sang
suami bisa membahagiakan, melindungi, membimbing nya. Istri juga yakin
bila suaminya sanggup mengemban beban keluarga yang selama ini dipikul
sosok ayah.
Disisi lain, suami juga yakin kalau wanita yang jadi pasangan hidupnya dapat membantu kesuksesannya, setia mendampingi dalam susah senang dan menjadi pilar terdepan membantu suaminya, lanjut mantan wakil bupati jombang ini.
Menjaga keharmonisan dalam keluarga itu bukan perkara mudah, butuh sifat kesantria untuk menerima dan mengalah dalam perselisihan. Oleh karena nya, kiyai syairozi pun pernah dawuh kalau guyonan dalam rumah tangga itu penting. Jika bercanda saja sudah tidak bisa maka bagaimana membangun keluarga bahagia.
Islam memang menjabarkan dengan detail masalah nikah. Kembali ke Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 menjadi langganan pemanis dalam setiap undangan pernikahan.
Penjelasan lebih rinci bab nikah terdapat dalam kitab fikih klasik seperti fathul wahab, fathul qorib, i'ana tholibin. Bahkan ada kitab yang lebih rinci lagi menjelas masalah hubungan suami istri seperti fathul idzar dan qurrotul uyun. Hebat kan.
Itulah islam, agama yang indah dan kasih sayang. Islam merasa masalah ini harus dijelaskan lebih rinci. Mulai dari lamaran, ijab qobul, mahar, saksi, wali, cerai, poligami, warisan, talak dll.
Terlepas penjelasan panjang diatas, yang paling penting dalam pernikahan itu adalah mau belajar. Belajar menerima dan memberi.
Terahir, mudah-mudahan yang jomblo disini segera dapat jodoh tutup kiai Ali Fikri. Amin.
Disisi lain, suami juga yakin kalau wanita yang jadi pasangan hidupnya dapat membantu kesuksesannya, setia mendampingi dalam susah senang dan menjadi pilar terdepan membantu suaminya, lanjut mantan wakil bupati jombang ini.
Menjaga keharmonisan dalam keluarga itu bukan perkara mudah, butuh sifat kesantria untuk menerima dan mengalah dalam perselisihan. Oleh karena nya, kiyai syairozi pun pernah dawuh kalau guyonan dalam rumah tangga itu penting. Jika bercanda saja sudah tidak bisa maka bagaimana membangun keluarga bahagia.
Islam memang menjabarkan dengan detail masalah nikah. Kembali ke Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 menjadi langganan pemanis dalam setiap undangan pernikahan.
Penjelasan lebih rinci bab nikah terdapat dalam kitab fikih klasik seperti fathul wahab, fathul qorib, i'ana tholibin. Bahkan ada kitab yang lebih rinci lagi menjelas masalah hubungan suami istri seperti fathul idzar dan qurrotul uyun. Hebat kan.
Itulah islam, agama yang indah dan kasih sayang. Islam merasa masalah ini harus dijelaskan lebih rinci. Mulai dari lamaran, ijab qobul, mahar, saksi, wali, cerai, poligami, warisan, talak dll.
Terlepas penjelasan panjang diatas, yang paling penting dalam pernikahan itu adalah mau belajar. Belajar menerima dan memberi.
Terahir, mudah-mudahan yang jomblo disini segera dapat jodoh tutup kiai Ali Fikri. Amin.

Tidak ada komentar:
Write komentar