Recent Comments

Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2019

Jejak Sejarah Pengarang Solawat Badar di Tuban


Tuban-Saya bersyukur bertemu dengan Kiai Syakir Ali. Keturunan Kiai Ali Manshur pengarang solawat badar. Beliau cerita banyak pada saya dan Gemilang Putra Perdana terkait abahnya, masa kuliahnya, menulis, hingga masalah puterinya yang saat ini mondok di Asrama Al-amanah Bahrul Ulum Jombang. Namun cerita yang ingin saya kupas mendalam hanya masalah solawat badar saja. Saya tuliskan dalam bentuk berita biar tak terkesan curhat saja. Hehe
Hampir semua warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia mengenal solawat badar. Syair ini diawali dengan kata Sholatullah salamullah alaa thoha rosulillah. Sholatullah salamullah alaa yasin habibillah. Solawat ini terdiri dari 24 bait, setiap baitnya terdiri dari dua baris.
Solawat badar sendiri dikarang oleh KH M Ali Manshur sekitar tahun 1960-an. Kiai Ali Manshur memiliki garis keturunan berdarah ulama besar. Dari ayah, tersambung hingga Kiai Shiddiq Jember sedangkan dari jalur ibu, tersambung dengan Kiai Basyar, seorang ulama di Tuban.
“Abah dilahirkan di Jember pada 23 Maret 1921. Nasabnya masih menyambung ke Kiai Shidiq Jember. Kalau dari jalur ibu asli orang Tuban,” kata putera kedua Kiai Ali yang bernama Kiai Syakir Ali.
Solawat badar dewasa ini sudah menjadi syair wajib bagi kaum nahdliyin. Hampir setiap kegiatan solawat ini dilantunkan. Bahkan sudah merambah ke genre musik pop yang dipopulerkan oleh beberapa grup band dan penyanyi religi. Tak hanya di Indonesia, sholawat badar juga dikenal di berbagai belahan dunia Islam.
Kiai Ali terkenal gila ilmu, ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri hingga Pesantren Tebuireng Jombang.
Kiai Syakir mengatakan, waktu kecil Kiai Ali belajar di Tuban. Setelah itu Kiai Ali ingin belajar ke Termas namun ia hanya punya modal sepeda onthel dan nasi jagung. Akhirnya dari Tuban ke Tremas naik onthel dan bekal nasi jagung. Selama di pesantren Kiai Ali menerima jasa ojek ke pasar dan hasilnya untuk membeli kitab.
“Kiai Ali suka ilmu Arrud, dan belajar ilmu ini di Lirboyo. Ia sering diajak diskusi pengasuh masalah arrud. Menurut Gus Dur, Kiai Ali juga pernah belajar di Tebuireng,” ujarnya.
Seusai nyantri Kiai Ali kembali ke Tuban. Di sana ia aktif di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Dan aktif juga sebagai seorang pegawai di bawah Kementerian Agama. Tepatnya, menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan hingga promosi menjadi Kepala Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat kabupaten.

Pada tahun 1955, Kiai Ali terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU Cabang Bali. Dan pada 1962 pindah ke Banyuwangi lalu dipercaya menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi. Selama di Banyuwangi inilah, Kiai Ali melahirkan karya fenomenal solawat badar. Sebelum menulis solawat badar, Kiai Ali bermimpi didatangi orang berjubah putih yang diduga para ahli perang badar.
Dalam keputusan Muktamar ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta solawat badar dikukuhkan menjadi mars Nahdlatul Ulama (NU). Kembali ditegaskan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat ketua PBNU pada Muktamar ke-30 di Lirboyo Kediri. Pada Harlah ke-91 NU, Kiai Ali juga dianugerahi tanda jasa Bintang Kebudayaan atas karyanya.
“Awalnya banyak yang tidak tahu siapa penulis solawat badar sebelum Gus Dur menyebut kan Kiai Ali sebagai pengarangnya. Saat itu Gus Dur takut solawat badar diakui orang luar. Gus Dur minta saya bawakan data penguat bila Kiai Ali memang penulis solawat badar ke Jakarta,” papar Kiai Syakir.
Pasca dibahas oleh Gus Dur, nama Kiai Ali terus jadi bahan pembicaraan dikalangan para ahli sejarah dan budayawan. Terutama dari kalangan Nahdliyin. Sehingga akhirnya banyak para peziarah dari jauh yang datang ke Desa Maibit untuk tawasul dan membuktikan kebenaran ucapan Gus Dur.
Di makam Kiai Ali juga dituliskan solawat badar yang terletak dibagian baratnya. Setiap hari ada saja yang berziarah ke saya. Terutama para santri yang belajar di pesantren milik putera-puterinya di sekitar pesantren.
“Saya hanya menjelaskan sesuai yang dituliskan abah saja. Saya foto copy kan catatan abah dan tak kasih kepada yang minta,” ungkap Kiai Syakir.
Sosok Kiai Ali Manshur memang unik, makamnya berada di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Dulu tak banyak yang tahu kalau Kiai Ali di makamkan di Desa Maibit. Bahkan beberapa warga desa setempat tak mengenal sepak terjang Kiai Ali. Makam Kiai Ali baru beberapa tahun terakhir direnovasi dan sering dikunjungi orang umum.
Menurut Kiai Syakir, hal ini bukan disengaja melainkan memang tak banyak orang mencari tahu. Baru lah setelah Gus Dur bicara tentang solawat badar banyak orang yang mencari dan menelisik sejarah Kiai Ali. Ia bersyukur Kiai Ali suka menulis dan punya catatan pribadi setiap melakukan sesuatu. Sehingga tak bingung menjelaskan kepada penanya.
“Abah itu punya buku harian dan suka menulis kegiatannya di buku harian, kertas kosong dan pinggir kitab. Sampai sekarang saya masih punya catatan pribadi Kiai Ali dalam tulisan pego dan Latin,” akunya
Diantara catatan dalam tulisan pego yang ditemukan berbunyi, Naliko kulo gawe lagune sholawat badar, yoiku sak ba’dane teko songko Makkah al-Mukarramah, kang tak anyari waktu lailatul qiro’ah kelawan ngundang almarhum Haji Ahmad Qusyairi sak muride. Yoiku ono malem jum’at tahun 1960, tonggoku podo ngimpi weruh ono bongso sayyid utowo habib podho melebu ono omahku. Wa karimati, Khotimah, ugo ngimpi ketho’ kanjeng Nabi Muhammad iku rangkul-rangkulan karo al-faqir. Kiro-kiro dino jum’at ba’da shubuh, tonggo-tonggo podho ndodok lawang pawon, podho takon: ‘Wonten tamu sinten mawon kolo ndalu?’. Lajeng kulo tanglet Habib Hadi al-Haddar, dan dijawab: ‘Haa ulaai arwaahu ahlil badri rodhi-yalloohu ‘anhum’. Alhamdulillahi Robbil ‘aalamiin”.
“Solawat badar meledak dan dipopulerkan ke berbagai wilayah untuk menandingi lagu himne PKI “Genjer-genjer”. Bila melihat isi solawatnya maka tak bisa lepas dari kondisi zaman saat itu. Banyak rakyat yang susah mencari makan karena perang sesama anak bangsa,” bebernya.
Selain itu, sebelum wafat Kiai Ali juga mengarang sebuah kitab akhlak dan mengumpulkan syair-syair indah. Jariyah lain yang ditinggal kan Kiai Ali yaitu madrasah di samping rumahnya. Hingga kini, madrasah tersebut sudah berkembang hingga tingkat aliyah.
“Membangun madrasah ini juga unik, saat itu Kiai Ali minta pemborong menyelesaikan bangunan madrasah dengan bayaran Rp. 50 ribu,” tambah Kiai Syakir
Ciri khas Kiai Ali menurut penuturan Kiai Syakir yaitu tegas, semangat mencari ilmu dan ‘mengabdi pada NU. Kiai Ali sering menolak bantuan dari pemerintah dan bahkan gajinya jarang diambil. Salah satu ketegasan Kiai Ali yaitu setiap hari jumat pukul 10.00 WIB maka kantor tempat bekerjanya harus ditutup dan siap-siap ke masjid.
“Abah ini punya kemampuan komunikasi yang bagus. Sehingga saat jadi wakil NU ia disukai dari pihak pro dan kontra. Hidupnya sederhana dan tidak banyak gaya. Hidup di rumah sederhana bekas temannya pun mau. Itu lah abah,” tandas Kiai Syakir
Maibit,
Alfaqir Syarif Abdurrahman

Rabu, 04 Januari 2017

NU Alus


Saat ngaji dalam walimatul arusy pernikahan mantan Sekretaris PC IPPNU Jombang, Sahabati Aulia Rahmah, di Watugaluh Diwek, Sabtu (3/12/2016), KH Cholil Dahlan berpesan agar kedua mempelai mengikuti ajaran Islam. ’’Sesuai tuntunan Allah dan Rosulullah, nikah itu harus karena Allah. Tidak boleh karena selain Allah,’’ tutur Ketua MUI Jombang sekaligus pengasuh PP Darul Ulum Rejoso ini.
Sesuai tuntunan itu pula, tujuan nikah adalah memperbanyak keturunan. ’’Tugasnya setelah ini, nggawe anak sing akeh,’’ sarannya disambut tawa hadirin.
Nggawene ini juga harus ikut tuntunan Nabi. ’’Siti Aisyah meriwayatkan, Nabi itu sebelum kumpul, salat dulu dua rakaat. Lalu baca Quran,’’ paparnya. Setelah itu naik dari kanan kemudian turun dari kiri. ’’Tolong ranjangnya pengantin disiapkan. Jangan dipepetkan dinding. Tapi taruh tengah. Biar bisa naik dari kanan, turun dari kiri. Kalau dipepetno engka ora iso ngiwo nengen,’’ ucapnya kembali disambut tawa hadirin.
’’Umu Salamah menambahkan, setelah kumpul, Nabi berdoa agar diberi keberkahan. Sehingga jika jadi anak, menjadi anak yang berkah,’’ tuturnya. ’’Kalau ingin greng terus, wiridane baca Nariyah,’’ tambahnya.
Kiai Cholil juga menggarisbawahi sambutan yang disampaikan Wabup Hj Mundjidah Wahab. Saat sambutan sebelumnya, Bu Mundjidah berpesan agar tetap aktif di NU. ’’Sebelum nikah aktif di IPPNU terus Fatayat, mari nikah harus tetap bisa membagi waktu. Terus aktif sampai Muslimat,’’ pesannya.
Kiai Cholil menuturkan, jika perjalanan rumah tangga seluruhnya mengikuti tuntunan Allah dan Rosulullah. Maka rumah tangga dan anak keturunan kita bisa benar-benar NU. ’’Rumah tangga itu satuan terkecil. Jika keluarga kita mengikuti tuntunan Allah dan Rosulullah, nanti jadinya keluarga NU. Jika semua keluarga sudah NU, maka masyarakatnya juga NU,’’ tuturnya.
NU niku nopo sih? ’’NU niku dapat rahmat Allah. Karena rahmat itulah akhirnya bisa lemah lembut,’’ ucapnya lalu mengutip QS Ali Imron 159.
’’Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.’’ (QS Ali Imron 159).oji

YATIM SISTEMIK?


Mbah Bolong sering cerita bahwa sabar itu ada dua.
Iqtirori. Yakni sabar atas perkara yang tak bisa ditolak. Contohnya saat kena musibah.
Ihtiyari. Yakni sabar terhadap perkara yang bisa milih. Misale terhadap istri/suami, melakukan ibadah, menjauhi maksiat. Lek gelem sabar yo betah. Gak gelem sabar yo bubrah.
Saat khutbah di Masjid Jami Al Fattah, Nglundo Utara Candimulyo, Jombang pada Jumat legi syawal 1437 H (2016), KH Syihabudin Raso menjelaskan makna yatim di QS Albalad 15.
"Yatim itu ada dua," tuturnya.
Pertama, karena ayahnya mati.
Kedua, ayahnya masih hidup, tapi tidak menjalankan peran ayah sebagaimana mestinya.
Buku saku "Ayah Ada Ayah Tiada" yang cuma 41 halaman itu mengajak kita instrospeksi.
Jangan2 anak kita punya ayah, tapi merasa tak punya ayah..
Jangan2 kita jadi guru tapi anak2 merasa tak punya guru..
Jangan2 kita jadi takmir/imam tapi anak2 merasa tak punya takmir/imam.oji

Press Release ALIANSI MAHASISWA JOMBANG


Tuntaskan kasus Pelanggaran HAM : Menolak HAMnesia
Setiap tanggal 10 desember kita memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hak hak yang lain. Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut :
1. Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.
2. Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik atau hak ekonomi, social, dan budaya.
3. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.
4. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.
Hak asasi manusia, di pihak lain, menimbulkan kewajiban-kewajiban asasi. Perbenturan kepentingan antara seseorang dengan yang lain sering terjadi. Dalam penerapannya, hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap hak asasi manusia itu sendiri (hak asasi orang lain).
Dalam UUD RI tahun 1945 pasal 28G mengatur hak perlindungan diri yg isinya :
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.
Melihat fenomena pelanggaran HAM yang masih banyak tertunda sampai hari ini, sebut saja Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998), Kasus Marsinah 1993, Peristiwa Tanjung Priok (1984), Pembunuhan aktivis HAM Munir yang sampai hari ini belum ada kejelasan hukum dan iktikat serius pemerintah menyelesaikan dosa pemerintah sebelumnya. Oleh karenanya, kami ALIANSI MAHASISWA JOMBANG merasa tergerak hati nya untuk menolak lupa atas kasus pelanggaran HAM yang ada di indonesia. Berangkat dari pengertian HAM di atas maka di Jombang juga terdapat banyak pelanggaran HAM, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Berdasarkan catatan Women’s Crisis Center (WCC) dari 2014-2016 terdapat 169 kasus kekerasan pada perempuan dan anak di kota santri. Miris. Salah satu nya adalah pemerkosaan yang dilakukan 5 pemuda terhadap gadis wonosalam yang berumur 12 tahun sampai hamil. Saat ini, kasus nya naik turun dan terkesan adem ayem. Bersamaan dengan hari HAM se-dunia maka ALIANSI MAHASISWA JOMBANG mendorong pemerintah pusat, Polri, TNI dan pemerintah kabupaten Jombang untuk menyelesaikan kasus HAM yang sudah mangkrak lama. Beberapa tuntutan ALIANSI MAHASISWA JOMBANG :
1. Tuntaskan pelanggaran HAM terhadap aktivis 98.
2. Selesaikan kasus Munir.
3. Adili jendral pelanggar HAM.
4. Tangkap 4 pelaku pemerkosaan gadis wonosalam Jombang.
Ini empat poin yang menjadi dasar aksi kami pada peringatan hari HAM se-dunia kali ini. Besar harapan kami pihak yang berwenang yaitu pemerintah, kejaksaan, kepolisian, TNI, aktivis HAM dan masyarakat umum terbuka pikiran nya serta mau menuntaskan kasus pelanggaran HAM disekitarnya. Kalau bukan kita siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi. Semoga berhasil, Amin.

Nikah


Sabtu (10/12/16), Haji Ali Fikri yang berdiri sebagai pemberi khutbah nikah dalam acara pernikahan saudara Diki dan Cici, puteri politikus perindo, Medan Amrullah. Dalam acara yang bertempat di halaman rumah mempelai puteri, wilayah njelak ombo Jombang. Beliau berpesan, Menikah itu sebuah ikatan yang Agung, dalam bahasa Al-Quran adalah mitsaqon gholidzon.
Kedua pasangan di panggung ini merupakan orang yang paling beruntung disini. Tidak semua orang mendapat anugrah ini, yaitu ditemukan dengan pasangan yang sesuai hati dan diridlo orang tua.
Salah satu unsur urgen dalam nikah itu keyakinan. Istri yakin bila sang suami bisa membahagiakan, melindungi, membimbing nya. Istri juga yakin bila suaminya sanggup mengemban beban keluarga yang selama ini dipikul sosok ayah.
Disisi lain, suami juga yakin kalau wanita yang jadi pasangan hidupnya dapat membantu kesuksesannya, setia mendampingi dalam susah senang dan menjadi pilar terdepan membantu suaminya, lanjut mantan wakil bupati jombang ini.
Menjaga keharmonisan dalam keluarga itu bukan perkara mudah, butuh sifat kesantria untuk menerima dan mengalah dalam perselisihan. Oleh karena nya, kiyai syairozi pun pernah dawuh kalau guyonan dalam rumah tangga itu penting. Jika bercanda saja sudah tidak bisa maka bagaimana membangun keluarga bahagia.
Islam memang menjabarkan dengan detail masalah nikah. Kembali ke Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 menjadi langganan pemanis dalam setiap undangan pernikahan.
Penjelasan lebih rinci bab nikah terdapat dalam kitab fikih klasik seperti fathul wahab, fathul qorib, i'ana tholibin. Bahkan ada kitab yang lebih rinci lagi menjelas masalah hubungan suami istri seperti fathul idzar dan qurrotul uyun. Hebat kan.
Itulah islam, agama yang indah dan kasih sayang. Islam merasa masalah ini harus dijelaskan lebih rinci. Mulai dari lamaran, ijab qobul, mahar, saksi, wali, cerai, poligami, warisan, talak dll.
Terlepas penjelasan panjang diatas, yang paling penting dalam pernikahan itu adalah mau belajar. Belajar menerima dan memberi.
Terahir, mudah-mudahan yang jomblo disini segera dapat jodoh tutup kiai Ali Fikri. Amin.

KONSTANTIN


Berdasarkan kabar dari Al-qur'an, pandangan islam terhadap agama kristen sangat simpatik dan simpatik. Tetapi agama islam berubah 180 derajat terhadap konsep keilahian Isa al-Masih oleh umat kristiani. Islam menolak dengan tegas jika Isa adalah Tuhan.
Jika mau melihat sejarah perkembangan agama kristen maka kita akan tahu bahwa kristen tumbuh sebagai agama minoritas sampai bertahtanya Raja Konstantin abad ke empat. Dengan keputusannya menjadikan kristen sebagai agama negara terbukti banyaknya peraturan baru. Diantaranya, hari minggu sebagai hari suci dan setiap tanggal 25 desember diperingati sebagai hari natal. Padahal sebelum nya (sampai abad keempat), hari lahir yesus di peringati setiap tanggal 6 january. Sedangkan tanggal 25 desember diperingati sebagai hari matahari, perayaan natalis invictus. Sang Raja membawa kristen bergabung dengan regime dan dengan agama negara yang mapan seperti tertulis dalam buku Holy Blood The Holy Grail karya Michael Baigent.
Sejarah penetapan natal setiap tanggal 25 desember perlu dipertanyakan, memperingati apa? atas dasar apa?
Mengapa ini harus dibahas? Sebab berkaitan dengan ucapan selamat natal.
Tujuan Konstantin merubah ini adalah kesatuan dan manfaat. Begitu juga waktu penetapan isa sebagai Tuhan dan kekuasaan uskup pada tahun 325 melalui Konsili Nicea.
Tentu saya tidak ingin ikut campur dalam agama lain.vl Al-qur'an sudah membatasi jelas, lakum dinukum, saya hanya berharap umat islam faham sejarah sebelum ngotot sebagai paling benar. Menolak gagal faham